Skip navigation

Pada masa sekarang ini, internet seakan menjadi pelengkap primer manusia dalam berkomunikasi. Tidak hanya menjadi sarana untuk mencari informasi dan hiburan, kini internet juga mulai difungsikan sebagai sarana bisnis.

Internet sendiri dapat didefinisikan sebagai saluran data global yang memungkinkan manusia untuk melakukan pertukaran informasi melalui situs melintasi dunia. Internet pada awalnya merupakan proyek Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET), yaitu sistem yang memungkinkan adanya koneksi antara satu komputer dengan komputer lainnya. Sebenarnya ada dua teknologi yang mengawali lahirnya internet, yaitu teletex magazine dan videotext. Teletex magazine adalah publikasi elektronik berupa tulisan dan grafik yang disampaikan ke perangkat televisi melalui sinyal televisi. Sistem ini masih bersifat satu arah. Untuk melengkapi kekurangan yang dimiliki teletext, videotext hadir dengan menawarkan fungsi interaktifnya, dimana kita bisa meminta dan menerima pelayanan dan informasi yang spesifik. Sistem lain yang juga bersifat interaktif adalah PC-based operation yang ditujukan untuk khalayak yang lebih spesifik, yaitu orang-orang yang mau membayar atas pelayanan yang diberikan.

Istilah yang kemudian lahir seiring dengan perkembangan internet yaitu istilah world wide web, yaitu sebuah kumulan protokol dan standardisasi pemakaian untuk mengakses informasi melalui internet. Standardisasi itu adalah URL (Uniform Resource Locators), HTTP (Hypertext Transfer Protocol), dan HTML (Hypertext Markup Language). Ketiga hal tersebut berfungsi menyediakan mekanisme yang mudah untuk mengalokasi, mengakses, dan menampilkan informasi yang tersedia dalam jaringan protokol. HTML digunakan untuk memformat dan mendesign tampilan suatu dokumen, serta dapat pula berfungsi untuk menghubungkan suatu dokumen dengan dokumen atau pelayanan internet lain. Sedangkan URL merupakan suatu sistem alamat yang dapat mengidentifikasi lokasi suatu dokumen. Untuk menjelajahi internet, kita membutuhkan browser, misalnya Mozilla Firefox, Internet Explorer, Opera, dan Netscape. Sementara itu, untuk mencari alamat website yang dibutuhkan kita bisa mencarinya melalui mesin pencari (search engine), misalnya seperti Yahoo, MSN, ataupun Google.

Interface, real-time interaction, stasiun radio berbasis internet, iklan online, penyampaian informasi secara online, pendidikan online, dan teleconference merupakan bentuk-bentuk aplikasi tambahan yang dihasilkan karena adanya internet. Aplikasi-aplikasi lainnya yaitu Java, yang digunakan untuk membaca animasi dan iklan interaktif; Flash, yang digunakan untuk membuat dan mendistribusikan animasi, dan film berbasis web; serta ada pula VRML (Virtual Reality Modelling Language), yang dapat mensimulasikan suatu keadaan nyata di lapangan dalam aplikasi tiga dimensi (3D) di komputer.

Industri lain yang ikut berkembang seiring dengan perkembangan internet adalah industri periklanan. Semakin bertambahnya pengakses internet membuat internet dianggap menjadi sebuah sarana periklanan yang potensial. Sebagai dampak dari hal tersebut teknik pemasaran melalui internet atau yang lebih dikenal dengan e-commerce pun mulai berkembang pesat. Definisi dari e-commerce itu sendiri adalah transaksi yang dilakukan melalui jaringan internet yang berhubungan dengan transfer kepemilikan akan sesuatu baik yang berbentuk hak, barang, ataupun jasa.

Transaksi dalam e-commerce dibagi menjadi tiga tipe, yaitu B2B (business to business), B2C (business to customer), dan C2C(customer to customer). E-commerce dibagi ke dalam dua jenis tipe web, yaitu informasional yang memberikan informasi tentang perusahaan, lokasi, produk yang ditawarkan, dan teknologi dasar yang bisa digunakan konsumen untuk memesan; serta web dinamis, yang dapat memberikan masukan mengenai tawaran spesial berdasarkan latar belakang pengguna internet tersebut. Dalam perkembangannya, e-commerce kemudian dilengkapi dengan teknologi price-bot, yang berfungsi dalam penyesuaian harga produk. Ada tiga perhitungan algoritma yang digunakan, yaitu undercutting, low-price matching, dan trigger pricing. Undercut algorithm bertujuan untuk mengalahkan harga kompetitor dengan menggunakan persentase dari perbedaan harga, presentase tetap, dan harga dollar tetap. Low-price matching berfungsi untuk menyesuaikan harga produk dengan harga produk kompetitor. Sementara itu, trigger pricing bertujuan untuk mendapatkan harga terendah dari harga awal yang sudah ditentukan sebelumnya.

E-commerce memiliki berbagai keuntungan sehingga membuat teknik pemasaran ini berkembang sangat pesat. Keuntungan tersebut diantaranya yaitu memudahkan pembeli untuk mendapatkan barang yang diperlukan tanpa perlu beranjak dari rumahnya, harga produknya real-time dan komparatif – dimana konsumen dapat membandingkan harga-harga barangnya – , informasi tentang produknya juga bisa dilihat dari testimoni berbagai orang yang telah membelinya, selain itu e-commerce juga memungkinkan pembelian barang yang spesifik (niche items). Akan tetapi, e-commerce juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu pelayanan ini menghilangkan otoritas pemerintah dalam menarik pajak, serta teknik e-commerce yang erat kaitannya dengan kartu kredit memungkinkan penyalahgunaan nomor kartu kredit oleh orang yang tidak berkepentingan.

Hal yang terakhir tersebut juga merupakan salah satu kekurangan yang dimiliki oleh teknologi internet, yaitu keamanan dan privasi. Disinilah, firewalls berperan. Firewalls adalah pembatas yang ditempatkan antara jaringan kita dengan dunia luar untuk mencegah adanya gangguan dari luar yang dapat merusak jaringan kita dengan cara memblok pengunjung (visitors) yang tidak diinginkan, serta me-maintance keintegritasan sistem jaringan kita. Selain itu, ada pula aplikasi spamming atau Monty Phyton, yang akan menghapus dengan sendirinya email yang dianggap tidak penting. Aplikasi ini terkadang merugikan, karena bisa saja email yang dianggap tidak penting oleh sistem justru diperlukan oleh kita. Sementara itu, dalam segi privasi, spyware software memungkinkan pengiriman kembali informasi situs yang kita kunjungi. Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan layanan anonymously browsing untuk melindungi identitas pengaksesan internet kita.

Internet memang telah menempati posisi penting dalam kehidupan manusia. Akan tetapi, sama halnya dengan kemajuan-kemajuan lain, perkembangan internet juga memiliki implikasi positif maupun negatif. Akhirna semua kembali kepada diri sendiri, apakah kita lebih memilih memanfaatkan internet untuk kepentingan yang positif atau negatif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: